NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Ekonomi

Tahun depan Subsidi 7,6 Miliar untuk PT. Buminata Cita Banggai Energi

Sabtu, 17 /09/ 2016 01:53:47 13264 Pembaca  

Ilustrasi
Ilustrasi

BANGGAI, Luwuk - Dari alokasi dana sebesar Rp 1,3 triliun untuk subsidi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam RAPBN 2017. PT Buminata Cita Banggai Energi mendapat jatah subsisdi Rp 7,6 miliar.

Subsisidi diterima oleh Perusahaan Buminata Cita Banggai Energi lewat pengelolaan Perusahaan Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTM) Kalumpang dengan pasokan 3,75 MW.

Dana tersebut dianggarkan untuk menutup selisih antara harga listrik dari EBT dengan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik PLN. Mengingat Tarif listrik dari EBT memang relatif mahal sehingga perlu subsidi agar PLN dapat membelinya.

Lebih spesifik untuk listrik dari mikro hidro misalnya, PLN harus membeli dari Independent Power Producer (IPP) dengan harga Rp 1.560-2.080/kWh. Sementara rata-rata BPP PLN Rp 1.352/kWh. Sebanyak Rp 520 miliar dari total subsidi EBT sebesar Rp 1,3 triliun itu untuk energi mikro hidro.

Subsidi ini menjadi perdebatan dalam rapat kerja Komisi VII DPR dengan Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan pada 6 September 2016 lalu. Beberapa anggota Komisi VII DPR berpendapat bahwa subsidi EBT ini sebaiknya ditiadakan saja karena tidak untuk rakyat, melainkan untuk segelintir korporasi.

Menurut mereka, meski subsidi diberikan kepada PT PLN (Persero), ujung-ujungnya yang menikmati adalah para pengusaha yang IPP untuk pembangkit listrik dari EBT.

Pemerintah tak sependapat terkait hal ini. Menurut pemerintah, tentu saja subsidi EBT ujung-ujungnya untuk masyarakat, yakni agar tarif listrik untuk industri dan rumah tangga tetap terjangkau sekaligus bersih.

Pengembangan EBT pada akhirnya akan menguntungkan masyarakat juga, sebab cadangan energi fosil semakin menipis. Agar kebutuhan energi tetap dapat terpenuhi, maka potensi-potensi EBT harus mulai digarap dari sekarang.

Tidak dipungkiri, harga EBT yang tinggi dan harus ditutup dengan subsidi memberikan keuntungan besar bagi investor-investor yang menanam modal di sektor ini. Tapi itu wajar saja, investor perlu mendapat keuntungan layak agar mau pengembangan EBT menjadi menarik.

Pemerintah pun berupaya transparan, nama-nama produsen listrik mikro hidro yang akan memperoleh keuntungan berkat adanya subsidi Rp 520 miliar tak ditutup-tutupi. (FA)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan