NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Kapolri: Korban dan Pelaku Penamparan Petugas Bandara Berdamai

Minggu, 09 /07/ 2017 14:58:17 1961 Pembaca  

Joice Wowor pelaku penamparan tersebut telah meminta maaf dan mengaku menyesal. (Foto: Detik.com)
Joice Wowor pelaku penamparan tersebut telah meminta maaf dan mengaku menyesal. (Foto: Detik.com)

Transsulawesi.com, Manado -- Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan kasus penamparan petugas Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, telah diselesaikan secara damai. Ia menyebut Joice Wowor, pelaku penamparan telah meminta maaf dan Elizabeth Wehantouw, korban penamparan telah memberi maaf.

"Saya ucapkan terima kasih karena ternyata korban sudah memaafkan Nyonya Joice Wowor," tutur Kapolri Tito, Minggu, 9 Juli 2017, sesaat sebelum naik pesawat dari Manado ke Jakarta.

Menurut Kapolri Tito, saat pemeriksaan Joice Wowor di Kepolisian Daerah Metro Jaya, pelaku penamparan tersebut telah meminta maaf dan mengaku menyesal melakukan perbuatan yang tidak mengenakan tersebut.

"Jadi, kalau pelaku sudah meminta maaf dan korban memaafkannya, itu adalah kasus di luar diskresi kepolisian. Artinya bisa diselesaikan di luar mekanisme pengadilan," kata Kapolri Tito.

Kapolri Tito sendiri menyebutkan, saat pemeriksaan yang dilakukan oleh para penyidik di Kepolisian Daerah Metro Jaya, Joice Wowor diperiksa sebagai seorang tersangka. Status tersangka tersebut, menurut Kapolri, menunjukkan bahwa siapa pun yang bersalah harus diperiksa.

Sebelumnya Joice Warouw (46), istri jenderal polisi yang menampar petugas aviation security (avsec) Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara mengaku menyesal telah menampar petugas bandara "Saya sangat menyesal".

Penyesalan itu dia ucapkan setelah diperiksa di Mapolda Metro Jaya.

"Saya memenuhi panggilan pihak kepolisian, Polres Manado di tempat ini. Saya sangat menyesali atas kejadian ini," ujar Joice di Mapolda Metro Jaya, Jumat malam, 7 Juli 2017.

(Mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan