NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Fokus

"Infrastruktur Buruk, Warga Enggan Ke Nokilalaki"

Selasa, 11 /08/ 2015 03:15:09 31753 Pembaca  

Ilustrasi jalan rusak (foto : google)
Ilustrasi jalan rusak (foto : google)

PALU-Buruknya infrastruktur jalan menyebabkan warga yang ingin masuk ke Kec. Nokilalaki Kab. Sigi terpaksa harus berpikir seratus kali jika hendak ke sana.

Telinga kami sudah tebal jika mendengarkan pernyataan seperti itu. Ya begitulah fakta dan kondisi di daerah kami, di wilayah Kec. Nokilalaki ini, keluh peserta pertemuan Reses di ruang balai desa Kamarora B.

Akibatnya, wilayah ini "seolah terisolasi" dari hiruk pikuk dunia luar. Pasalnya, dua jalur masuk, dari Desa Rahmat dan Tongoa, semua rusak jalannya. Sehingga bagi warga di luar Kec. Nokilalaki jika hendak ke sini, maka akan berpikir matang-matang dulu jika ingin ke sini.

Namun tahun ini kami sedikit merasa lega karena info yang kami dengar bahwa jalur masuk jalan lingkar dari desa Rahmat sudah akan diperbaiki lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2015.

Di mana komitmen itu awalnya disahuti oleh bapak Ahmad Ali saat melakukan Reses di kantor Kec. Nokilalaki bulan Februari 2015. Kami tinggal menunggu kapan program itu direalisasikan.

Sementara dalam forum pertemuan Reses, warga masyarakat di lima desa Kec. Nokilalaki mendesak kepada Pemda agar memprogramkan pembangunan jembatan Sungai Sopu. Khususnya bagi warga di Desa Kamarora A, B dan Kadidia.

Sebab, dengan melalui jalur Sungai Sopu ini akan memperpendek jarak sekitar 7-8 km menuju jalan trans Palu-Napu. Selama ini warga memanfaatkan jalur penyebrangan ini dengan membangun jembatan secara swadaya. Itupun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Di musim kemarau seperti saat ini, aman dilalui karena debet air kecil. Tapi saat musim hujan, tidak bisa dilewati karena air sungai tidak bersahabat dan berbahaya, ungkap Sunandar, Plt Kades Kamarora B.

Setiap hari, anak-anak sekolah, SD, SMP dan SMA lebih memilih jalur penyebrangan ini untuk pergi sekolah di Tongoa.

Tapi kalau musim hujan maka terpaksa anak-anak harus menempuh perjalanan 10 km.

Akses distribusi ekonomi dan barang-barang ke pasar pun juga sangat dekat jika lewat jalur penyebrangan sungai Sopu ini.

Oleh karena itu, melalui kesempatan ini kami berharap agar Pemda dapat menyahuti keinginan kami karena manfaatnya akan sangat besar jika usulan kami ini direalisasikan, tegas perwakilan warga di lima desa Kec. Nokilalaki.

Kesimpulannya, bangun jembatan penyebrangan Sungai Sopu maka ekonomi kami akan tumbuh.

Laporan: Muh. Masykur Anggota Komisi III DPRD Sulteng

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan