NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

PAU dan Rekind di Ingatkan Tokoh Perempuan Batui

Sabtu, 15 /08/ 2015 00:18:40 15014 Pembaca  

Areal kilang PT. DSLNG (foto:dslng.co.id)
Areal kilang PT. DSLNG (foto:dslng.co.id)

BATUI-. Sejumlah perempuan yang tergabung dalam serikat buruh sejahtera Indonesia Flamboyan (SBSI) saat menghadiri sosialisasi rekruitmen tenaga kerja yang dilaksanakan PT PAU bersama PT Rekind Rabu (13/08/15) meminta kedua perusahaan ini peka dengan keberadaaan buruh perempuan.

Dalam keinginannya mereka meminta PT PAU, agar dapat memberdayakan tenaga kerja perempuan, khususnya  yang ada di Kecamatan Batui.

Hadija . S selaku ketua SBSI Flamboyan mengusulkan hal itu bisa dilaksanakan selama proyek ammonia di Desa Uso berjalan. Baik itu sebagai tenaga penyedia Makanan (Cathering), Cleaning Servce, serta lain lain yang berhubungan dengan tenaga kerja perempuan.

“Kami meminta agar, PT. PAU bisa melibatkan kaum perempuan dalam hal rekrutmen tenaga kerja, sebab kaum perempuan juga mempunyai pengalaman bekerja,utamanya di bidang ketring dan cleaning service. Pintah Hadija.

Masih dihari dan kegiatan yang sama, kehadiran PT.PAU dan Rekind  juga di ingatkan elompok lain, Salah satunya  Tokoh perempuan kecamatan Batui Siti Hani B. Salam mewanti wanti pada kedua perusahaan tersebut. “Jangan ikut cara DSLNG”. Kata Siti Hani

Menurutnya, citra buruk yang di praktekan DSLNG adalah, dari sekian banyak Karyawan yang bekerja pada perusahaan itu, tercatat hanya ada 8 orang tenaga kerja lokal asal Kecamatan Batui yang diberi kesempatan.

Sebagai contoh Siti Hani merujuk pada sejumlah tenaga kesehatan dan tenaga kerja lain, yang kedengarannya sengaja didatangkan dari provinsi lain “Banyak anak-anak (Batui-red) lulusan perawat, kenapa tidak dilibatkan untuk bekerja di DSLNG, tetapi yang dikase kerja di DSLNG justru anak-anak lulusan perawat yang berasal dari pulau jawa. Banyak anak-anak batui yang telah lulus sekolah pertambangaan tetapi tidak juga diterima, namun DSLNG, justru lebih banyak merekrut Tenaga Kerja asal kota Manado, pada hal jelas kami yang kena dampak dari industri migas yang ada,”kesalnya. [Phian/SF]

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan