NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Reportase

Black Box dan Serpihan Bertuliskan 'Aviastar' Sukses Dievakuasi

Rabu, 07 /10/ 2015 02:29:00 20999 Pembaca  

Foto : Ist Detik.com
Foto : Ist Detik.com

Tim SAR terus bekerja keras mengevakuasi korban dan serpihan pesawat Aviastar di pegunungan Latimojong, Luwu, Sulawesi Selatan. Hari ini, sebagian puing sukses dievakuasi. Termasuk di antaranya serpihan sepanjang 40 cm dan bertuliskan 'Aviastar'.

Selain itu, tim SAR juga berhasil menemukan black box. Alat perekam data perjalanan itu relatif utuh dan dalam kondisi baik.
 

"Temuan black box dan serpihan dan baling-baling pesawat Aviastar ini kami serahkan kepada KNKT guna penyelidikan dan investigasi kejadian terakhir saat kecelakaan," kata Ketua Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo, dalam keterangan persnya di ruang Pluto Bandara Lanud Hasanuddin, Selasa (6/10).

Menurut dia, temuan tersebut memang seharusnya diserahkan kepada KNKT sebagai bentuk penyelidikan dan kewenangan lembaga tersebut dalam menentukan hasil apakah ada kesalahan termasuk kejadian terakhir sebelum pesawat jatuh.

Dirinya juga menyebutkan penemuan pesawat tersebut atas kerja sama seluruh unsur baik dari kepolisian, Basarnas, TNI, relawan, dan masyarakat tim 18 yang ikut membantu dalam pencarian pesawat Aviastar.

"Kami mengucapkan terima kasihh atas prestasi ini selama pencarian empat hari di lokasi kejadian secara tuntas. Kami berharap kekuatan ini tetap dijaga dan bisa bertahan ketika terjadi musibah," paparnya kepada wartawan.

Dalam prosesnya Usai dievakuasi dari lokasi, serpihan pesawat dan black box diserahkan oleh Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan ke Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo di Posko Dusun Gamaru, Desa Ulu Sula, Kecamatan Latimojong, Selasa (6/10/2015). Momen itu disaksikan sejumlah relawan dan Kapolda Sulselbar Irjen Pudji Hartanto.

Belum ada keterangan resmi terkait serah terima puing pesawat dan ELT. Termasuk apakah masih ada barang penting lain yang akan dievakuasi atau tidak. Saat ini, proses evakuasi terus dilakukan oleh tim gabungan.
 

Saat ditanya mengenai dengan Emergency Locator Transmitter atau ELT apakah masih berfungsi saat pesawat tersebut kecelakaan, kata dia, kemungkinan rusak pada saat terjadi benturan keras. Diduga pesawat tersebut menghantam Gunung Pajaja, di Luwu.

"Kemungkinan ada benturan keras, namun belum bisa dipastikan apakah menghantam gunung. Nanti hasil investigasi akan membuktikannya," ujar dia.

Korban pesawat nahas tersebut dipiloti Kapten Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi bernama Soekris Winarto.

Sementara tujuh penumpang lainnya yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun), sema dinyatakan tewas.[SF]

Antara

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan