NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Rintihan Karyawan Indotropic

Senin, 12 /10/ 2015 17:06:36 36356 Pembaca  


Sungguh memilukan nasib sepuluh karyawan yang di nonaktifkan secara sepihak oleh perusahaan ikan ekspor di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Sepuluh karyawan tersebut telah mengadu ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Pasalnya, penonaktifkan dengan alasan tidak menandatangani surat kontrak dari perusahaan itu salah.

Informasi yang berhasil dihimpun, kesepuluh karyawan tersebut masing-masing mempunyai masa kerja diatas lima tahun. “Ada yang enam tahun, tujuh tahun, sepuluh tahun bahkan ada dua belas tahun masa kerjanya,” tutur salah satu karyawan yang di non aktifkan.

“Kami bukan tidak mau menandatangani surat kontrak, tetapi kami seharusnya sudah diangkat menjadi karyawan tetap di perusahaan Indotropic. Pengajuan kontrak pun tidak dari awal dilakukan oleh perusahaan, nanti sudah bertahun-tahun bekerja barulah surat kontrak kami dibuat. Giliran tidak ditandatangani malah di non aktifkan dari perusahaan,” keluh salah satu karyawati yang enggan namanya disebutkan.

Kesepuluh karyawan tersebut juga mengaku, bahwa pekerjaan para karyawan tak hanya di perusahaan namun sering dipekerjakan dirumah pimpinan sebagai pembantu. Tak hanya itu, gaji para karyawan pun tak sesuai UMP. “Bahkan uang lembur kami hanya dibayar sebesar Rp. 7500 per jam, kami juga merasa diperbudak” tuturnya.

Hingga bertahun-tahun bekerja, para karyawan yang dinonaktifkan masih berstatus Pegawai Harian Lepas (PHL). [Eno]

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan