NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Tim Advokasi Paslon SMILE-SUKA Temukan DPT Ilegal

Rabu, 16 /12/ 2015 18:12:05 7543 Pembaca  

Jumpa Pers Tim Advokasi dan Data Centre SMILE-SUKA di kediaman calon Bupati Banggai, Sofhian Mile
Jumpa Pers Tim Advokasi dan Data Centre SMILE-SUKA di kediaman calon Bupati Banggai, Sofhian Mile

BANGGAI - Satu hari sebelum dilakukan pencoblosan atau tepatnya 8 Desember 2015 hingga hari pencoblosan, telah terjadi berbagai pelanggaran fatal. Salah satunya adalah pemalsuan dokumen otentik pilkada seperti Daftar Pemilih Tetap (DPT) dicetak dan diedarkan diluar jadwal ketentuan.

Padahal melalui surat keputusan KPU baik dari pusat hingga ke tingkat daerah menyatakan bahwa untuk mendistribusikan dokumen DPT final, harus mengundang pasangan calon dan panwas. Serta pendistribusian dokumen tersebut dilakukan jauh sebelum hari pencoblosan dilaksanakan atau tepatnya dibulan Oktober.

Pada akhirnya tim advokasi menemukan bukti komunikasi via email antara salah satu pegawai staf di KPUD Banggai bersama penyelenggara pemilu di Daerah pemilihan II Kabupaten Banggai untuk mencetak kembali dokumen DPT Ilegal pada tanggal 8 Desember 2015. Tak hanya temuan itu, tim advokasi juga menemukan lembar bukti pembayaran uang dengan jumlah yang sangat besar.

“Mencetak DPT kan di tenderkan oleh KPU, lalu DPT Final sudah diserahkan ke paslon dan panwas Oktober silam, namun pada tanggal 8 Desember ada dokumen DPT illegal dicetak lagi dan diedarkan ke 232 TPS, dan nyaris kebanyakan di Dapil 2 atau di wilayah Kecamatan Kintom, kecamatan Batui, Kecamatan Batui Selatan, Kecamatan Moilong, Kecamatan Toili, Kecamatan Toili Barat,” ujar Endi, salah satu tim Advokasi dan data centre pasangan calon dengan tagline SMILE-SUKA pada jumpa pers, Selasa (15/12/2015).

Kemudian ada kejadian aneh pada salah satu TPS di Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan bahwa terjadinya keterlambatan distribusi logistic pemilu yakni surat suara kurang dari 200 lembar tiba di TPS pada jam 12.00 WITA.

“Pemilih karena lelah, capek, ngantuk hingga akhirnya pulang dan tidak memilih,” ujarnya lagi.

Anehnya, Panwas di wilayah itu datang ke TPS tersebut dengan membawa lembar surat suara. Padahal peran dan tanggung jawab Panwas bukan membawa logistic pemilu melainkan beban itu di PPK. “Hasil akhirnya memenangkan salah satu pasangan calon,” tambahnya.

“Surat suara dikirim berdasarkan jumlah DPT ditambah 2,5 %, misalnya jika DPT 300 pemilih maka surat suara dikirim sebanyak 300 lembar ditambah 2,5 % dengan jumlah total 312 lembar surat suara itu yang benar, tetapi yang terjadi surat suara berlebih hingga 500 lembar surat suara,” pungkasnya lagi. [Eno]

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan