NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Transpedia

Skandal Segmen Simpong Bubung, Ibnu Khaldun Telah Menggambarkan Hal Itu

Jum'at, 01 /04/ 2016 02:15:14 5707 Pembaca  

Mark kagumi buku The Muqadimah
Mark kagumi buku The Muqadimah

TRANSS, Luwuk - Ibnu Khaldun sepanjang hidupnya mengabdi pada kerajaan di Afrika Utara dan melihat kesultanan bangkit dan runtuh. Ia berkesimpulan resep negara yang sukses dan langgeng adalah rasa kebersamaan atau solidaritas sosial yang disebutnya sebagai ashabiyah.

Dalam buku The Muqaddimah (Mukadimah), Ibnu Khaldun menulis pemerintah yang tak lagi mengandalkan ashabiyah dalam menjalankan negara akibat terlalu terlena dengan kekuasaan, akan runtuh. Buku tersebut juga masuk dalam daftar bacaaan CEO Facebook Mark Zuckeberg.

Nah, bergulirnya kasus dugaan korupsi di mula perencanaan, dinas cipta karya (perumahan dan tata ruang) kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang juga menarik ULP pada proses lelang proyek penyusunan dokumen perencanaan studi kelayakan pengembangan kawasan pesisir Kota Luwuk, kembali mengingatkan kita pada beberapa petikan tulisan Ibnu Khaldun dalam bukunya Muqadimah.

Misalnya, rencana desain menciptakan luwuk sebagai kota waterfront  yang megah didua pesisir di dua kelurahan pula (simpong,bubung)  selain terkesan untuk bermegah megahan juga terkesan mubazir, karena APBD yang di kucurkan mencapai angka satu milyar lebih hanya untuk sebuah perencanaan.

Dalam buku Mukadimah, Khaldun menyebut ; kesultanan yang kini berada di Maroko yang menanam pohon yang indah di berbagai tempat. Pohon-pohon itu, kata dia, enak dipandang tapi buahnya tak bisa dimakan sehingga tak berguna bagi masyarakat.

BACA : Skandal Segmen Kembar Simpong Bubung


Maksud Khaldun, tanda-tanda sebuah pemerintah yang korup adalah yang proyek pembangunannya tidak ada kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat. "Kalau sudah sampai tahap ini, orang harus mulai cemas dengan masa depan negaranya," ujarnya.

Jika ada ashabiyah atau perasaan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakatnya untuk mengejar tujuan bersama, maka negara bisa terhindar dari korupsi dan bisa sejahtera untuk waktu yang panjang. Jika tidak, maka negara akan hancur oleh perilaku korup.

 "Jika korupsi sudah merusak karakter dan keagamaan seseorang, rasa kemanusiaannya sudah hilang, maka dia tak ada bedanya dengan binatang," kata Khaldun. [TRANSS]

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan