NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Bos Calo CPNS Bangkep Jadi Tersangka, Korban Minta Uang Kembali

Senin, 11 /04/ 2016 12:56:55 7327 Pembaca  

Di pulau Jawa. Para guru Honorer tampak melakukan doa bersama. Mereka melakukan aksi setelah mengetahui bahwa mereka tidak lolos jadi PNS (Liputan6.com/Herman Zakharia).
Di pulau Jawa. Para guru Honorer tampak melakukan doa bersama. Mereka melakukan aksi setelah mengetahui bahwa mereka tidak lolos jadi PNS (Liputan6.com/Herman Zakharia).

TRANSS, Salakan – Mantan Plt. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Yusdin N Abas kini resmi di tetapkan sebagai tersangka setelah melewati serangkaian pemeriksaan di Mapolres Bangkep .

Mantan Plt. Kepala BKD tersebut diperiksa terkait soal dugaan praktek calo dan suap bernilai ratusan juta rupiah dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

KBO Reskrim Polres Bangkep, Ipda Ismail mengatakan pelaku telah resmi di jadikan tersangka. "Jadi tinggal menunggu proses hukum berjalan," ujar Ismail.

Dalam kilas baliknya, Yusdin N Abas sendiri di sinyalir telah menerima sejumlah uang jaminan kelulusan pada penerimaan CPNS yang di selenggarakan pada 2014 lalu.

Sejumlah saksi sekaligus korban kepada media mengatakan besaran jumlah uang yang disetorkan ketika itu bervariasi. Ada yang menyetor 21 juta rupiah. Bahkan ada lagi yang lebih besar dari nilai terebut.

"Malahan ada yang membayar 41 juta rupiah  sampai 80 juta. Karena alasannya saat itu bahwa patokan tarif CPNS K2 tersebut berbeda dengan tarif CPNS online," ungkap salah satu sumber yang masih tercatat sebagai tenaga honorer di salah satu instansi di pemkab bangkep.

Mirisnya lagi, sumber lain mengungkapkan. Tidak sedikit dari rekan rekannya telah menjual kebun cengkeh dan bahkan berani mengambil kredit di bank untuk memenuhi jasa pelican kelulusan yang ditawarkan.

Di sinyalir sejumlah 229 honorer K2 sudah membayar 21 juta rupiah, dan dijanjikan akan di kembalikan bilamana tidak lulus dalam CPNS kategori II.

"Bilamana kami dinyatakan tidak lulus, maka kami minta agar uang kami segera dikembalikan. Sebab jika dia (Yusdin,Red) tidak mampu mengganti atau mengembalikan seluruh uang kami, asetnya juga harus disita," tegas sumber, Minggu (10/4).

[Ir/Salakan]

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan