NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Transpedia

Nur Hidayati, Direktur Eksekutif Walhi Yang Baru

Minggu, 01 /05/ 2016 00:24:39 12213 Pembaca  

Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) XII di Palembang, 22-28 April 2016, berakhir dengan terpilihnya Nur Hidayati sebagai Direktur Eksekutif Nasional Walhi. (Photo:downtoearthmagazine.nl)
Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) XII di Palembang, 22-28 April 2016, berakhir dengan terpilihnya Nur Hidayati sebagai Direktur Eksekutif Nasional Walhi. (Photo:downtoearthmagazine.nl)

Palembang - Acara Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) XII di Palembang, 22-28 April 2016, berakhir dengan terpilihnya Nur Hidayati sebagai Direktur Eksekutif Nasional Walhi.

Sebelumnya, Nur adalah Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional WALHI dan pernah menjadi Pengkampanye Perubahan Iklim dan Energi, Greenpeace Asia Tenggara, 2006-2008.

Dalam pidato perdananya, Nur menyampaikan pentingnya konsolidasi, soliditas dan solidaritas dari seluruh komponen WALHI dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia di tengah semakin menguatnya kekuatan korporasi yang semakin mengancam lingkungan hidup dan sumber-sumber kehidupan rakyat.

Perhelatan empat tahun sekali itu telah memilih eksekutif dan anggota dewan nasional serta sejumlah rekomendasi. Lima anggota dewan nasional lahir dari pertemuan ini, yakni Risma Umar, Bambang Catur Nusantara, Mualimin Pardi Dahlan, Azmi Sirajudin, dan I Wayan Suardana.

Hadi Jatmiko, ketua panitia penyelenggara, menjelaskan, selain memilih direktur eksekutif nasional dan anggota dewan nasional, PNLH XII melahirkan berbagai rekomendasi penting untuk empat tahun ke depan.

"PNLH menghasilkan pimpinan baru dan sejumlah rekomendasi," kata Hadi, Sabtu, 30 April 2016. Menurut dia, Walhi akan terus mendorong peradilan lingkungan hidup di Indonesia dapat terwujud dan memastikan agenda politik lingkungan hidup melalui berbagai momentum politik Pemilu 2019 dan pemilihan kepala daerah. 

Selain itu, kata Hadi, pengurus baru akan terus melakukan advokasi hutan dan perkebunan serta advokasi penyelamatan pesisir dan pulau-pulau kecil yang semakin terancam oleh berbagai proyek pembangunan, seperti reklamasi dan industri tambang.

PNLH juga memutuskan mengawal janji Presiden Joko Widodo soal 12,7 juta hektare hutan untuk rakyat sebagai bagian dari dorongan terhadap pengakuan wilayah kelola rakyat, yang akan terus dikembangkan dan diperluas menuju daulat rakyat secara ekonomi.

Adjie

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan