NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Transpedia

Saling Mengenal Keberagaman di Toili. Inilah Miniatur Indonesia

Rabu, 11 /05/ 2016 20:29:24 8264 Pembaca  

Ilustrasi
Ilustrasi

TRANSS - Mekar dari kecamatan Batui terdahulu, kemudian kecamatan Toili memekarkan diri lagi menjadi tiga kecamatan sekaligus yaitu kecamatan Moilong, Toili dan Toili Barat dari 212 Desa, Kelurahan yang ada di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Toili terkenal dengan lumbung padi sejak era Suharto. Untuk saat ini, kecamatan Toili dan kecamatan lainnya selain masih menjadi lumbung beras juga menjadi ikon keberagaman suku, baik etnis lokal Suku Taa juga para transmigran asal pulau Jawa maupun Lombok.

“Selain Jawa Timur, disini campur, mulai dari Jawa Tengah, Barat, Lombok maupun Bali,” kata I Made Sudiarta warga Toili Barat.

Namun, saat ini lebih ramai karena suku Bugis juga telah banyak, tambah Made.

Keberagaman dan multi etnis, menjadikan Toili sebagai miniatur Indonesia, yang secara tidak langsung masyarakat setempat bisa saling mengenal keberagaman budaya dari masing masing etnis.

“Kita bisa saling mengerti dan paham, mulai pola hidup sampai soal seni,” Kata Made yang mengelola salah satu sanggar seni di Toili Barat.

Selain made, ada Karsit (57 Tahun) warga sumber Harjo kecamatan Moilong, Karsit yang dulunya berprofesi sebagai dalang wayang kulit mengaku banyak menemukan ide cerita baru dalam pewayangan karena pembauran suku.

“Dulu saya tidak sekedar memunculkan cerita Mahabrata atau Ramayana, tapi bisa jadi cerita setempat. Idenya juga dapat dari cerita pertunjukan Janger atau wayang Orang dari teman Bali, atau Ludruk juga,” Tutur Karsit.

Tidak seperti made lagi, Karsit sekarang memilih pension dari profesi dalang karena minimnya undangan, “Orang orang lebih milih undang electone atau karaoke saat ada hajatan,” tutup Karsit. [SF]

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan