NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Menikmati Nyala Api dan Langit Merah Desa Uso

Kamis, 12 /05/ 2016 02:21:11 7988 Pembaca  

Nyala api yang tinggi berkobar, menjadi tontonan tersendiri. Misalnya, dari tanjung pelabuhan rakyat di kelurahan Bugis untuk mendapatkan view terbaik.
Nyala api yang tinggi berkobar, menjadi tontonan tersendiri. Misalnya, dari tanjung pelabuhan rakyat di kelurahan Bugis untuk mendapatkan view terbaik.

TRANSS - Sudah terbiasa dengan suara gemuruh dan lidah api dari lapangan produksi Gas di areal DSLNG di desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai. Kini warga lebih menikmati nyala api dari cerobong yang berdiameter raksasa.

Nyala api yang tinggi berkobar, menjadi tontonan tersendiri. Misalnya, dari tanjung pelabuhan rakyat di kelurahan Bugis untuk mendapatkan view terbaik.

 “Kalau dari dekat, kita cuma bisa melihat langit yang merah, tapi untuk pemandangan kita pilih tempat di tanjung bugis,” ujar Rinto remaja asal desa Uso.

Diketahui, Desa Uso sendiri adalah pemukiman padat penduduk yang paling berdekatan dengan lapangan gas tersebut, namun untuk menyaksikan lidah api warga setempat memilih tempat yang harus lebih jauh.

Soal uap panas dan rasa gerah akibat perubahan suhu karena nyala api raksasa itu, warga mengaku sudah terbiasa. Aktifitas tetap berjalan seperti biasanya. “Dulu memang merasa terganggu, tapi saat ini sudah terbiasa,” tambah Rinto.

Informasinya, produksi gas di lokasi DSLNG Uso tidak lain bersumber dari lapangan Senoro milik Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB-PMTS) yang kemudain dialirkan ke kilang Donggi Senoro LNG (DSLNG).

“Yah kita nikmati saja pemandangannya,” kata Rinto

SF/Irf

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan