NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Transpedia

10 Kosakata Khas Kota Luwuk

Selasa, 31 /05/ 2016 12:06:58 55587 Pembaca  

Pemandangan Kota Luwuk Dari Sudut Ketinggian (Photo:syahreza.com)
Pemandangan Kota Luwuk Dari Sudut Ketinggian (Photo:syahreza.com)

TRANSS - Luwuk, merupakan ibu kota dari Kabupaten Banggai, Sulawesi tengah, yang menyimpan sejuta keindahan untuk dikunjungi. Begitu banyak tempat wisata di Luwuk Banggai yang bisa anda kunjungi. Pertama kali anda menginjakkan kaki di Kota Luwuk, anda bisa mendapatkan pemandangan laut yang biru dengan pasir putih di tengah kota. Pada malam hari, kota luwuk mempunyai pemandangan yang menawan dari sudut ketinggian.

Jika anda ingin berkunjung atau sedang berada di Kota Luwuk, sebaiknya anda juga menguasai beberapa perbendaharaan kata khas kota Luwuk agar mudah berbaur dengan warga setempat. Berikut beberapa kosakata yang sangat familier di Kota Luwuk.

1. Lekos, merupakan kata untuk "Bohong". Kata ini cukup terkenal dan telah lama diucapakan oleh warga Kota Luwuk. Namun, kadang lekos di ucapkan untuk bersenda gurau dengan teman yang pernah berbohong.

2. Susupo, sering orang luwuk mengatakan bahwa “Susupo lebih laju dari Suzuki”. Namun Susupo bukanlah kendaraan bermotor, melainkan kata yang mengandung maksud “Orang yang sering menggunjing”. Menurut orang Luwuk, Susupo ini kebiasaan buruk yang menyebalkan.

3. Tereng, bukan sayur terong, melainkan kesal atau jengkel. Kata ini sangat sering diucapkan apabila sedang mendongkol karena sesuatu.

4. Akal Jo, hampir mirip dengan pemaknaan Lekos, kata ini sering diucapkan apabila sangsi atau tidak setuju dengan perkataan orang lain.

5. Ka Laut Jo, artinya “pergi kelaut saja”. Yang dikandung maksud adalah sikap tidak mau ambil pusing dengan yang sedang terjadi, sehingga disarankan pergi jauh jauh saja.

6. Doi, kata ini bukan berarti “dia atau dirinya” melainkan “Uang”. Biasanya orang luwuk mengatakan tidak ada doi, itu berarti sedang tidak mempunyai uang.

7. Matongot, artinya pelit. Jadi sering sering berbagi agar tidak dikatai matongot oleh orang Luwuk.

8. Keremus, yaknitidak berdandan rapi”. Kata ini mengandung maksud tidak berdandan rapi dan bersih.

9. Tete, banyak pendatang di kota Luwuk sering terkecoh dengan kata yang satu ini. Karena kata ini bukan berarti “payudara”,  melainkan “Kakek”. Anda jangan berpikiran negatif dulu, jika tiba tiba jika cewek luwuk mengatakan “Tete saya sakit”. Itu berarti kakeknya sedang tidak sehat.

10. Gaga, kata ini berarti “ganteng atau cantik”.

Walau bukan bahasa daerah di Kabupaten Banggai, namun kosakata tersebut digunakan pada percapakan sehari hari oleh masyarakat di kota Luwuk.

Kota Luwuk menyandang nama “Kota Air” yakni kota yang “aman, indah, dan rapi”. Telah berapa kali mendapatkan penghargaan Adipura untuk tata kota yang baik dan bersih. Selain itu kota ini mempunyai pemandangan yang eksotis karena di apit oleh laut dan bukit gunung. Bagaimana, tertarik untuk menempatkan Kota Luwuk pada destinasi anda berikutnya, “Kamari jo, kitorang tunggu”.

(Adjie)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan