NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

LARRA Banggai: Menolak semua Penggusuran Oleh Pemerintahan Win-Star

Selasa, 02 /08/ 2016 13:28:42 5286 Pembaca  

Kebijakan Pemda merelokasi Pedagang Teluk Lalong dari Kawasan RTH ke badan jalan dan trotoar (fasilitas publik) merupakan kebijakan sangat merugikan masyarakat/ FOTO: Ist
Kebijakan Pemda merelokasi Pedagang Teluk Lalong dari Kawasan RTH ke badan jalan dan trotoar (fasilitas publik) merupakan kebijakan sangat merugikan masyarakat/ FOTO: Ist

LUWUK - Kebijakan pemerintah daerah banggai dalam kegiatan penertiban untuk penataan RTH (Ruang Terbuka Hijau) menuai protes.  Lembaga swadaya, Lingkar Gerakan Rakyat (LARRA) Banggai dalam akun resmi telah menyatakan sikap penolakannya.

“Menolak semua Penggusuran Oleh Pemerintahan Win-Star dalam Bentuk apapun tanpa ada solusi konkrit dari pemerintah,” tulis Koordinator LARRA Banggai, Kiki Amstrong.

Menurut LARRA, Kebijakan Pemda merelokasi Pedagang Teluk Lalong dari Kawasan RTH ke badan jalan dan trotoar (fasilitas publik) merupakan kebijakan sangat merugikan masyarakat. Pasalnya relokasi tersebut sangat mengganggu aktivitas lalu lintas dan juga merampas hak pejalan Kaki.

Berikut petikan lengkap LARRA

Disisi lain beberapa hari lalu Pemda berupaya menghentikan aktivitas Pedagang di area "Pasar Malam dengan alasan "Pengembalian Fungsi Badan Jalan dan Trotoar" dari aktivitas Jual-beli pedagang di pasar Malam.

Di teluk lalong, Pemerintah justru terkesan "Tebang Pilih" dan "Setengah Hati" dalam menjalankan Peraturan dan Undang-undang yang berlaku. Jelas kalau Trotoar adalah fasilitas pejalan kaki. Dan sangat jelas juga badan jalan peruntukannya untuk aktivitas Lalu-lintas bukan untuk jual Beli.

Di kelurahan jole, pemerintah melakukan penggusuran pemukiman secara sepihak. Menurut masyarakat kelurahan Jole, penggusuran ini tidak hanya merampas hak masyarakat Jole atas tempat tinggalnya, tetapi juga Penggusuran yang di lakukan oleh pemerintahan Win-Star telah merampas harapan dan Ruang Hidup mereka.

Goan, adalah korban dari penggusuran kel.jole. Goan adalah Nelayan kecil, yang bermodalkan sampan dan kail sederhana guna menghidupi ke empat orang anaknya. Dua dari empat orang anaknya kini duduk di bangku SMP.

Berpuluh tahun Goan bersama keluarga tinggal di muara Jole. Kepada laut dan kepada pantai Goan berharap atas hidup dan masa depan keluarganya. Menurut Goan, pemerintahan Win-Star jangan terkesan melepaskan tanggung jawabnya sebagai penanggung jawab atas nasib masyarakat yang ada di kab.banggai.

"Kita pe mancari cuma mangael, kita pe hidop cuma di laut. Kalo so di kase pindah kita dari sini, Mo makang apa kita pe anak Bini??"
Sambil menitihkan air mata, di hadapan kami Goan berharap adanya keadilan atas haknya untuk hidup.

Penggusuran ini menurut Goan tidak hanya merampas hak mereka atas tempat tinggal, tetapi penggusuran oleh Pemerintahan Win-Star telah melakukan Pembunuhan terhadap mereka secara Ekonomi. Karena laut tempat mereka mengais hidup dan lautlah juga tempat ia menghidupi ke empat orang anaknya maka jelas penggusuran oleh pemerintahan Win-Star telah merampas Ruang-Hidup Goan sekeluarga.

Jangan katakan ini atas nama Penertiban kawan!!

Penertiban apa? Pemda "Tebang Pilih" dalam menertibkan kawasan RTH teluk lalong. Lokasi Kontainer yang masuk dalam kawasan RTH harusnya segera di bebaskan oleh Pemda. Siapapun dia, dan apapun Alasannya di hadapan Hukum semua harus sama. Tidak ada yang bisa membedakan. Win-Star jangan hanya berani padan Nelayan miskin!! Bupati itu adalah pejabat hukum yang harus menegakkan dan menjalankan Undang-undang dan peraturan yang berlaku Dan bukan hanya menjalankan penertiban kawasan tetapi hak atas hidup, hak rakyat untuk memperoleh tempat tinggal yang layak, hak rakyat untuk mendapatkan kesejahteraan adalah hak yang di jamin Oleh Undang-undang dasar tahun 1945.

Oleh karena itu, kami dari Lingkar Gerakan Rakyat (LARRA) Banggai menyatakan sikap;
Menolak semua Penggusuran Oleh Pemerintahan Win-Star dalam Bentuk apapun tanpa ada solusi konkrit dari pemerintah.

Pernyataan sikap ini di keluarkan tanggal 2 agustus 2016 Oleh Koordinator Lapangan Lingkar Gerakan Rakyat (LARRA) Banggai;
Kiki Amstrong.

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan