NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

News Maker

Pengamanan Obvitnas di Banggai Ditingkatkan, Masyarakat Juga Perlu Dilibatkan

Minggu, 04 /09/ 2016 01:03:54 12592 Pembaca  

Pada saat acara silaturahmi JOB Pertamina bersama unsur Forkopimda, di Rumah Makan Hawai jln. Dr. Moh. Hatta, Kelurahan Maahas Kec. Luwuk Selatan, membahas bagaimana faktor keamanan perlu di tingkatkan kedepannya. (Photo:Kodim 1308/LB)
Pada saat acara silaturahmi JOB Pertamina bersama unsur Forkopimda, di Rumah Makan Hawai jln. Dr. Moh. Hatta, Kelurahan Maahas Kec. Luwuk Selatan, membahas bagaimana faktor keamanan perlu di tingkatkan kedepannya. (Photo:Kodim 1308/LB)

Banggai - Pengamanan Obyek Vital Nasional (Obvitnas) dalam sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Minyak dan Gas di wilayah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, akan semakin ditingkatkan. Peningkatan penanganan dan pengelolaan keamanan pada Obvitnas sektor ESDM sangat diperlukan mengingat saat ini proyek migas di Banggai telah berproduksi.

Pada saat acara silaturahmi JOB Pertamina bersama unsur Forkopimda, di Rumah Makan Hawai jln. Dr. Moh. Hatta, Kelurahan Maahas Kec. Luwuk Selatan, membahas bagaimana faktor keamanan perlu di tingkatkan kedepannya.

 ‘’Faktor keamanan akan menjadi faktor penting dan tantangan tersendiri saat ini dan di waktu-waktu yang mendatang,’’ ujar Letkol Inf Sapto Irianto, S.I.P. Dandim 1308/LB, Selasa (30/08/2016).

Keputusan Presiden No 63/2004 menjelaskan bahwa obvitnas memiliki peran penting bagi kehidupan bangsa dan negara ditinjau dari aspek ekonomi, politik, sosial budaya, pertahanan dan keamanan.

Perlu digaris bawahi bersama, menurut mantan Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, bahwa pengamanan obvitnas pada prinsipnya pertama dilakukan secara internal oleh perusahaan sendiri. Kedua dikembangkan dengan melibatkan program Community Development (CD). Sedang ketiga dengan bantuan aparat keamanan.

Namun, menurut Purnomo di waktu mendatang perusahaan diharapkan harus bisa menangani aspek keamanan ini secara mandiri. Sumber keamanan sebenarnya terletak pada masyarakat itu sendiri.

Dari hasil pantauan transsulawesi.com, persoalan keamanan pada proyek migas donggi senoro adalah menyangkut beberapa persoalan, yakni lapangan pekerjaan, CSR, dan pembebasan lahan masyarakat. Sehingga jika sinergi antar perusahaan dan masyarakat terbangun, keamanan pada obvitnas akan terjaga. Hal tersebut juga bisa untuk menangkal ancaman dari luar.

Pakar CSR dan dosen Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Padjadjaran, Risna Resnawaty, menekankan bahwa perlu ada solusi yang bisa dilakukan pada pemberdayaan ekonomi.

“Pemberdayaan ekonomi lokal ini harus diawali dengan adanya assesment potensi maupun masalah yang dimiliki masyarakat. Berawal dari informasi tersebut dapat dirumuskan secara partisipatif mengenai jenis program maupun kegiatan pengembangan ekonomi yang akan dilakukan,” ujarnya.

Dalam acara silaturahmi bersama JOB Pertamina, di hadiri beberapa petinggi yakni Dandim 1308/LB Letkol Inf Sapto Irianto, Kapolres Banggai AKBP Jamaludin Fatri, Kakesbang Sulfanza, Dan Pos Lanal Letda Laut Matius, perwira Kodim 1308/LB dan perwira Polres Banggai.

(adjie)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan