NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Dianggap Penghinaan: Tetua Adat Seriusi Penangkaran Maleo di Batui

Jum'at, 21 /10/ 2016 22:01:15 6767 Pembaca  

Penangkaran Maleo
Penangkaran Maleo

BANGGAI, Batui -  Pembangunan karantina Maleo di tepi ruas jalan propinsi desa Uso, Banggai, Sulawesi Tengah memantik kecaman warga adat Batui. Pasalnya, dianggap sebagai pelecehan sekaligus penghinaan bagi adat budaya setempat.

“Ini merupakan penghinaan besar bagi tatanan adat batui,” ujar Ketua Lembaga Adat Batui saat menggelar Pra Seba (Musyawarah).

Karena menurut Baharuddin, Maleo merupakan unsur adat yang sangat sakral bagi masyarakat adat batui, dan kata dia, hal itu sangat tak terpisahkan dengan nilai nilai budaya selama ini.

“Dan hal itu tetap terpelihara sejak ratusan tahun yang lalu,“ ujarnya.

Dianggap sebagai kondisi luar biasa, usai pra seba yang dihadiri sejumlah pemangku adat dari 4 situs kusali: Kuop, Loa, Bolatotonga, dan Motindok. Sabtu, 15 Oktober 2016, para pemangku ini melakukan pemantauan langsung dilokasi penangkaran pada, Rabu 18 Oktober 2016.

BACA JUGA: Pecinta Burung, Sayangkan Maleo di Kandang seperti Ternak Unggas

Sehingga persoalan ini, menurut Baharuddin, akan kembali digubris dalam agenda pada Seba Daka (Musyawarah besar) yang akan dilaksanakan di rumah adat, yang kemudian juga dirangkaikan Seba “Ritual Adat Tumpe”.

Baru saja, Abdul Haq B. Sallam, Ketua Dewan Adat Batui, membenarkan rencana warga adat dalam kaitannya penghinaan pihak korporasi pada project penangkaran maleo.

“Saya pikir, mereka harus menghargai tata adat dan budaya masyarakat lokal, karena tidak menutup kemungkinan warga adat akan mendesak pihak yang terlibat untuk segera membatalkan sekaligus melepas maleo ke habitat aslinya.” Ujar Abdul Haq.

Abdul Haq yang juga cicit ke – 7 Raja Motindok, Kakek dari Abu Kasim, kembali mengingatkan pihak pelaksana agar segera mengambil sikap demi keamanan bersama.

“Ini demi menjaga stabilitas ditengah masyarakat hukum adat batui khususnya dan stabilitas nasional pada umumnya”. Pungkasnya. (SF)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan