NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Ritual Adat Tumpe 2016: Menyesuaikan Anggaran

Kamis, 24 /11/ 2016 19:04:35 60124 Pembaca  

Upacara Malabot Tumpe menurut sejarahnya sudah lama dikenal oleh masyarakat Banggai. Upacara Tumpe ini sebagai rangkaian kegiatan atau upacara perayaan tradisi adat yang dilakukan secara rutin setiap tahun oleh masyarakat
Upacara Malabot Tumpe menurut sejarahnya sudah lama dikenal oleh masyarakat Banggai. Upacara Tumpe ini sebagai rangkaian kegiatan atau upacara perayaan tradisi adat yang dilakukan secara rutin setiap tahun oleh masyarakat

BANGGAI, Batui - Jika tidak bergeser dari rencana, pelaksanaan Ritual Tumpe warga adat batui akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai tanggal 2 Desember 2016. Semeriah apa acara tahunan itu, Ketua Lembaga Adat Kecamatan Batui, Baharuddin H. Saleh mengaku akan disesuaikan dengan jumlah anggaran.

“Rencana akan digelar dengan meriah, namun kita masih menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujar Baharuddin. Jumat, (18/11/16).

Ditambahkannya pula, jika pelaksanaan tumpe tahun ini, pihak pelaksana telah mengajukan sejumlah permohonan permintaan bantuan yang ditujukan pada sejumlah perusahaan. Namun, hal itu belum mendapat jawaban.

“Sejauh ini anggaran terkumpul berasal dari kumpulan masyarakat adat, Sifatnya swadaya,” imbuhnya.

Informasi terbaru terkait pendanaan, baru saja, Kamis (24/11/16), Haspan M. Lasanang menyebutkan ada dana sumbangan sebesar 5 juta rupiah yang di berikan pihak JOB (Job Operation Body) melalui Kepala Wilayah Kecamatan Batui, tujuannya untuk mendukung pelaksanaan ritual.

“Ada Lima juta dari pihak JOB yang diberikan untuk mendukung pelaksanaan ritual”

Selain itu, kata Haspan, dana sebesar Rp. 27.500.000 juga datang dari Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

***

Prosesi yang memakan waktu dua hari itu dimulakan dengan prosesi pengambilan telur pada tempat penyimpanan khusus yang disebut Kantir setelah itu akan dibawa ke wilayah Banggai Laut dengan menggunakan perahu motor.

Dalam beberapa kutipan, ritual pengantaran tumpe hingga penyambutannya yang dikenal dengan istilah “Molabot Tumpe” merupakan syukuran atas panen telur maleo yang dilakukan secara turun temurun sejak zaman kerajaan Banggai ketika masih dipimpin Raja Prince Mandapar atau sekitar 1571 M.

Adapun berbagai penafsiran terntang history Tumpe, diakui cukup beragam, namun hal itu tidak memiliki banyak perbedaan bagi masyarakat adat setempat, sehingga pelaksanaannya masih terpelihara secara turun temurun.(IRF)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan