NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Setelah PPK di Tahan, Kini Giliran Kadis jadi Tersangka

Rabu, 01 /02/ 2017 22:34:45 8879 Pembaca  

Ilustrasi: Penyidikan kasus Segmen Simpong-Bubung
Ilustrasi: Penyidikan kasus Segmen Simpong-Bubung

TRANSSULAWESI.COM, Luwuk - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Banggai menetapkan Kepala Dinas Pemukiman Tata Ruang dan Kota (Dispetarung Kota) Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Arman Muid (AM) sebagai tersangka, terhitung mulai, Selasa, 31 Januari 2017 kemarin. Ia ditetapkan menjadi tersangka dalam kaitannya selaku Kuasa Pengguna Anggaran dalam pelaksanaan proyek melalui Dinas Pemukiman Tata Ruang dan Kota.

“Benar tadi (Selasa,31/01), surat panggilan sebagai tersangka terhadap AM selaku pengguna anggaran di Dispetarung telah ditandatangani Kasat Reskrim dan telah diberikan kepada tersangka.” Ujar AKP. Wiratno Apit, SH  Kasubag Humas Polres Banggai seperti dikutip Situs Humas Polda Sulteng.

Dimana pada surat itu, kata Apit, penyidik telah memanggil AM Selaku Pengguna Anggaran (KPA) didinas yang dipimpinnya, dan kamudian untuk didengarkan keterangannya pada Sabtu (4/2/2017), pekan ini.

Dalam penjelasan lainnya, Apit mengatakan pemanggilan juga akan dilakukan terhadap bendahara Dispetarung Kabupaten Banggai SAS dan staf perencanaan EY untuk dimintai keterangan tambahan berkaitan dengan proses pencairan dana sebesar Rp2,6 miliar yang merupakan total pagu empat pekerjaan pada segmen Bubung dan segmen Simpong.

Permintaan keterangan tambahan itu dilakukan penyidik setelah mendengarkan keterangan baru dari tersangka Haris Djafar (HD) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Petarung Kota. HD sendiri telah ditahan dirutan Polres Banggai sejak Senin, (30/01/17) kemarin.

BACA : PPK Dinas Jadi Tersangka dan Ditahan di Rutan Polres Banggai

Dalam kasus ini, selain menyasar indikasi pekerjaan proyek yang diduga fiktif, Penyidik juga mengacu pada data Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Sulawesi Tengah, dengan Total Loss Anggaran di APBD Tahun 2014, yang menyebabkan kerugian daerah mencapai Rp2,4 miliar.

Dari total nilai kerugian, diketahui bersumber dari empat pekerjaan; yakni jasa konsultasi penyusunan studi kelayakan Segmen Simpong dengan anggaran Rp.669.801.000, Segmen Bubung sebesar Rp.655.710.000 serta penyusunan Master Plan sebesar Rp.678.480.000 untuk segmen Simpong dan Rp.676.302.000 disegmen Bubung. Dan kemudian dimenangkan empat perusahaan asal Makassar dalam proses lelang.

Pada kasus ini pula, Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Egidio F. Alfamantar, SH, SIK melalui Kasubbag Humas AKp Wiratno Apit, SH, MH, tidak menampik adanya kemungkinan tersangka baru lainnya, untuk sementara  penyidik telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni IAS selaku Direktur PT Dann Bintang Gelar Rencana (DBGR), HD yang menjabat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta AM Kepala Dinas Petarung Kabupaten Banggai. (Ab/AL)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan