NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Aksi Korporasi

DSLNG Bentuk Bank Sampah di Batui

Jum'at, 10 /03/ 2017 00:35:46 8809 Pembaca  

DSLNG membentuk struktur kepengurusan lembaga unit bank sampah di Kelurahan Lamo, Kecamatan Batui, Rabu (9/2/2017). (Foto: Muhajir/Transsulawesi.com)
DSLNG membentuk struktur kepengurusan lembaga unit bank sampah di Kelurahan Lamo, Kecamatan Batui, Rabu (9/2/2017). (Foto: Muhajir/Transsulawesi.com)

Transsulawesi.com, Batui - PT Donggi Senoro Lng (DSLNG) melalui program peduli sampah melakukan pembentukan kegiatan usaha daur ulang sampah atau unit bank sampah di kantor Kelurahan Lamo, Kecamatan Batui, Rabu (9/2/2017). Melalui bank sampah masyarakat di ajak untuk peduli sampah sekaligus mengembangkan usaha daur ulang sampah.

Melalui programnya, DSLNG mendorong pengelolaan bank sampah agar menghasilkan produk daur ulang yang memiliki nilai ekonomis. Bank sampah juga diharapkan bisa berperan dalam pemberdayaan terhadap para anggotanya dalam mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah.

Rahmat Azis, Media Relation DSLNG mengatakan bahwa program bank sampah berbasis masyarakat yang mandiri. Ia juga mengatakan jauh sebelumnya DSLNG telah mensosialisasikan peduli terhadap sampah.

“kita bantu untuk pengelolahannya, tapi tetap berbasis masyarakat yakni mereka yang mengelolah secara mandiri. Semoga desa dan kelurahan ini bisa menjadi pilot project untuk wilayah lain”. Ujar Rahmat.

Pada program bank sampah, DSLNG bekerja sama dengan Indonesia Development Consultan (IDEV) membentuk struktur kepengurusan lembaga unit bank sampah di kelurahan lamo, dengan harapan masyarakat sekitar bisa bersama menangani permasalahan sampah secara mandiri.

Sadiq anggota IDEV menjelaskan bahwa pembentukan lembaga unit bank sampah selain bertujuan peduli terhadap sampah, masyarakat juga bisa mandiri dalam pengelolahan dan pemanfaatan sampah lingkungan agar bernilai jual.

“pada intinya ini gerakan moral yang mandiri, mengolah sampah agar bermanfaat bernilai ekonomis”. Ujarnya.

Shadiq juga mengatakan sebelumnya mereka sudah melakukan pelatihan bagaimana mengelolah sampah menjadi pupuk kompos dan kerajinan tangan.

“sampah rumah tangga kita buat keranjang, sedangkan untuk sampah basah kita jadikan pupuk organik”. Terangnya.

Pada pembentukan unit bank sampah, DSLNG melakukan programnya dalam beberapa tahapan. Selain sosialisasi, DSLNG melakukan pelatihan lembaga, administrasi dan manajemen bank sampah serta pemasaran sehingga unit bank sampah di Kecamatan Batui bisa produktif dan terus berkembang.

Uniknya, mekasnisme bank sampah mempunyai pola yang hampir sama dengan manajemen bank keuangan. Yakni nasabah, tabungan, dan saldo. Masyarakat sebagai nasabah mengumpulkan sampah kering di bank sampah. Nantinya sampah mereka bisa dijual ke pengepul sampah sehingga menjadi saldo masing-masing nasabah sampah.

Pembentukan bank sampah merupakan sebuah alternatif solusi pengelolaan sampah di masyarakat saat ini, dimana masyarakat bisa menangani permasalahan sampah secara menyeluruh yang berkelanjutan.

(Mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan