NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Ekonomi

Kerja Kontrak, Praktik Perbudakan Modern

Senin, 01 /05/ 2017 13:37:50 5357 Pembaca  

Penghapusan sistem kerja kontrak dan magang menjadi fokus tuntutan pada pada aksi Hari Buruh Internasional 2017 atau May Day, Senin Senin (1/5/2017). (Ilustrasi: harianterbit)
Penghapusan sistem kerja kontrak dan magang menjadi fokus tuntutan pada pada aksi Hari Buruh Internasional 2017 atau May Day, Senin Senin (1/5/2017). (Ilustrasi: harianterbit)

Transsulawesi.com, Jakarta - Penghapusan sistem kerja kontrak dan magang menjadi fokus tuntutan pada pada aksi Hari Buruh Internasional 2017 atau May Day, Senin Senin (1/5/2017). Buruh menilai bahwa system kerja kontrak merupakan praktik perbudakan modern yang tak memberikan kepastian kerja dan masa depan pada buruh.

Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Muhamad Rusdi menyatakan, tuntutan pertama yang akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo adalah soal penghapusan sistem kerja kontrak dan magang.

Selain itu, kata Rusdi, buruh juga menuntut perbaikan jaminan sosial, khususnya jaminan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat serta jaminan pensiun buruh yang disamakan dengan PNS, yakni 60 persen dari upah akhir.

"Tuntutan ketiga adalah menuntut pencabutan PP Nomor 78 Tahun 2015 untuk upah yang layak. UMP 2018 naik minimal 25 persen," kata Rusdi dikutip pada CNN Indonesia, Minggu (30/4).

Selain itu, KSPI juga menolak upah murah bagi buruh. Mereka juga meminta pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2015 dan menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

(Mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan