NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Kampanye Save Tanjung Berlanjut, Warga Luwuk berdarah Tionghoa ikut bantu

Rabu, 10 /05/ 2017 01:33:30 8864 Pembaca  

Salahsatu warga sedang memperbaiki pipa saluran air yang rusak akibat tertimbun reruntuhan bangunan dan terinjak alat berat (FOTO: IST/Kiki Amstrong)
Salahsatu warga sedang memperbaiki pipa saluran air yang rusak akibat tertimbun reruntuhan bangunan dan terinjak alat berat (FOTO: IST/Kiki Amstrong)

Transsulawesi.Com, LUWUK -- Yulia (31) seolah tak sabar mengambil nasi bungkus sambil menggendong bayinya, Selasa malam (9/5/2017). Dibawah penerangan lampu jalan, puluhan nasi bungkus berlauk dijajarkan seadanya di atas meja darurat sisa pembongkaran permukiman di Tanjung Sari, Kelurahan Karaton, Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah.

"Lumayan untuk bisa pake bertahan hidup, soalnya so tidak ada apa apa" kata Yulia kepada Transsulawesi.com.

Posko bantuan mulai didirikan sejak Minggu (7/5/2017) di depan Masjid Aljihad yang berada di Lokasi Pelabuhan Kontainer Luwuk. Cukup banyak bantuan mengalir dari warga Luwuk sejak dua hari terakhir, sehingga dapat mengurangi beban pengungsi.

Bantuan yang terakhir masuk sore tadi, Selasa (9/5/2017), seperti yang diterangkan Kiki kordinator posko, adalah donasi dari gabungan Mahasiswa dan berupa nasi bungkus dan air mineral.

Sebelumnya, bantuan juga datang dari warga luwuk berdarah tionghoa, menurut Kiki kedatangan mereka merupakan keterpanggilan rasa kemanusiaan.

“ Ya mereka datang bawa beras, mie instant, susu juga gula,” jelas Kiki.

Tumpuan hidup sehari-hari bagi korban penggusuran, bantuan menjadi penyelemat para warga yang kini tak bisa lagi bekerja. Nelayan, buruh, pedagang, dan semua yang terkena imbas penertiban, kini mengandalkan bantuan untuk menopang hidup sehari-hari.

Selain ormas dan kelompok, ada juga penyumbang perorangan. Adi, salah satu warga yang berprofesi sebagai mekanik di Prima Motor setiap pulang bekerja ia rutin datang mengunjungi para warga yang terlantar.

"Kehadiran Adi sebagai pemerhati, sungguh sangat membantu, dia (adi) juga sering tanya langsung sama warga apa kebutuhan mereka" kata Kiki.

Secara terpisah Wandhy (36) Kordinator penggalang dana kemanusian dari Teras Community, mengatakan ia dan rekan rekannya terus berupaya melakukan kampanye ‘Save Tanjung’.

Menurutnya, kampanye kepedulian untuk mengetuk kepekaan bagi sesama sudah saatnya dilakukan untuk ratusan kepala keluarga yang terpencar dan terlantar dimana mana.

“Artinya apapun kedepan, kampanye ‘Save Tanjung’ baik melalui media apapun diharapkan bisa membantu para pemberi bantuan bisa mengetahui dimana hal itu diarahkan,’ terang Wandhy.

Hingga hari ini, terpantau jumlah pengungsi di Masjid Aljihad sudah menjadi 10 KK dari 5 KK sebelumnya.

(SF)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan