NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Balita Muntah Muntah di Posko Pengungsian Dapat Penanganan Perawat Puskesmas Simpong

Kamis, 11 /05/ 2017 01:01:02 7678 Pembaca  

Akbar balita 7 bulan dan Ibunya menempati sebuah tempat berupa kotak bekas kurungan ayam saat siang hari (FOTO: Ist/Kiky)
Akbar balita 7 bulan dan Ibunya menempati sebuah tempat berupa kotak bekas kurungan ayam saat siang hari (FOTO: Ist/Kiky)

Transsulawesi.Com, Luwuk -- Dua perawat Puskesmas Simpong datang memeriksa kondisi kesehatan warga yang berada di Posko II pengungsian di masjid Aljihad. Akbar balita 7 bulan mengalami muntah muntah sedari siang.

“Sudah ditangani barusan,” ujar Susilawati yang datang bersama rekan perawatnya.

Setelah menangani Akbar, Susi dan Andi  kembali memeriksa kesehatan warga lainnya.

“Rata rata diantara mereka banyak mengeluhkan tekanan darah dan maag,” imbuhnya.

Seperti Warami (53) ia mengaku sakit maag juga kaku disekujur tubuh, Warami mengeluhkan kondisi ini dirasakannya sejak penggusuran di tanjung.

“Mungkin juga banyak pikiran, saya seorang janda, terus pelihara cucu yang masih sekolah di MTSN Luwuk dengan kondisi hidup seperti ini,” keluhnya.

BACA: Nasib Terkini Anak Korban Gusuran Tanjung

Sampai sekarang, para pengungsi belum memiliki rencana untuk mencari tempat tinggal yang layak. Pasalnya, harga sewa kos kosan mendadak naik pasca penggusuran pemukiman di Tanjung, Kelurahan Karaton, Banggai, Sulawesi Tengah.

“Dulu kos yang sewanya 200 ribu sekarang naik 800 ribu, terus kita mo ambil doi (uang-red) dimana,” ungkap Lily yang juga dulunya bertetangga dengan Warami. (SF/SAM)

 

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan