NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Polisi Tilang Pemotor yang Pakai Knalpot Racing di Luwuk

Minggu, 04 /06/ 2017 22:36:17 5853 Pembaca  

Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Tinombala tahun 2017 yang digelar Polres Banggai pada Sabtu (3/6/2017) malam, berhasil menjaring puluhan kendaraan bermotor roda dua yang menggunakan knalpot bogar (FOTO: dok. Polres Banggai)
Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Tinombala tahun 2017 yang digelar Polres Banggai pada Sabtu (3/6/2017) malam, berhasil menjaring puluhan kendaraan bermotor roda dua yang menggunakan knalpot bogar (FOTO: dok. Polres Banggai)

Transsulawesi.COM, Luwuk -- Polisi menilang pemotor yang memakai knalpot racing atau tidak standar di bilangan kota Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah. Penindakan ini dilakukan karena knalpot yang mengeluarkan suara berisik ini mengganggu ketenangan dan ketertiban.

Kabag Ops Polres Banggai Kompol Margiyanta SH, Sabtu (3/6/2017) mengatakan, penertiban ini akan berlangsung pada hari-hari berikutnya.  

“Suara knalpot bogar yang bising sangat mengganggu masyarakat yang istirahat apalagi sedang melaksanakan ibadah sholat tarawih,” ucap Kabag Ops saat dikonfirmasi awak media usai melaksanakan razia.

Siang sebelumnya Satlantas Polres Banggai telah membagikan brosur himbauan kepada masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua untuk tidak menggunakan knalpot bogar.

“Karena melanggar pasal 285 UU nomor 22 tahun 2009, tentang LLAJ. Dengan ancaman pidana kurungan 1 bulan atau denda Rp. 250.000,” ucap Kasat Lantas Polres Banggai  AKP Adirawa Permana SIK saat melakukan himbauan.

Dalam brosur juga tertera agar pemilik bengkel sepeda motor di bulan suci ramadhan ini, dan pada even apapun untuk tidak melayani pergantian knalpot bogar atau racing.

Kembali pada penertiban lanjutan, Kabag Ops Kompol Margiyanta SH mengingatkan kepada seluruh pengendara roda dua sebaiknya menggunakan  knalpot standar. Dan bagi pemilik usaha bengkel tidak diperkenankan  menggunakan jasanya untuk memasang knalpot bogar pelanggan.

Tidak hanya terkait pengguna knalpot bogar, Kompol Margiyanta bersama anggotanya juga menyasar penginapan,hotel dan kos-kosan serta para penjual miras ilegal.

“Kami juga menemukan tiga pasangan bukan suami istri. Selanjutnya akan dilakukan pembinaan dan surat pernyataan,” jelas Margiyanta.

Diketahui penertiban kali ini merupakan bagian dari  Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Tinombala, dan terus dilangsungkan selama bulan Ramadan 2017.

(SAM)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan