NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Heboh Ayah Jadikan Putri Kandung Budak Seks Selama 20 Tahun

Jum'at, 24 /11/ 2017 00:48:54 9174 Pembaca  

MP (30) kini menderita gangguan mental setelah selama kurun waktu 20 tahun menjadi budak seks ayah kandung.
MP (30) kini menderita gangguan mental setelah selama kurun waktu 20 tahun menjadi budak seks ayah kandung.

Transsulawesi.com, Maros - Wanita malang (30) inisial MP yang dijadikan budak seks ayah kandungnya sendiri, Daeng Taba (73) dikabarkan menderita gangguan mental. Bagaimana tidak, aksi bejat sang ayah sudah dilakukan sejak MP masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD).

"Iya, pertama kali pencabulan terjadi tahun 1995. Sekarang usia korban sudah sudah 30 tahun," ucap Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Maros (Sulsel), Iptu Kasmawati, saat dikonfirmasi, Senin, 20 November 2017.

Tak terhitung berapa kali Daeng Taba telah meniduri anak kandungnya itu. "(Diperkirakan) ratusan kali, sampai-sampai korban menderita gangguan mental," ujar Kasmawati.

MP juga kerap kali mendapat kekerasan fisik, seperti dipukul, dicekik, hingga ancaman akan dibunuh. Itu semua diperoleh MP bila tak menuruti keinginan ayahnya atau melapor kepada orang lain.

Karena itulah, lanjut Kasmawati, selama 20 tahun lebih aksi Daeng Taba menjadikan sang anak sebagai budak seks tak diketahui.

Kini Daeng Taba harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya di depan hokum, oleh penegak hokum Daeng Taba dijerat pasal pidana berlapis. Mulai dari pasal yang mengatur perlindungan anak hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dari rincian pasal, menurut Iptu Kasmawati adalah berikut, adalah Pasal 81 ayat 3 juncto Pasal 76 huruf d Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 46 jo Pasal 5 huruf a,b,c UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Dari sangkaan pasal berlapis itulah, lanjut Iptu Kasmawati, Daeng Taba sebagai pelaku diancam hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda uang sebesar Rp 5 miliar.

Namun, imbuh dia, karena tindak pidana dilakukan ayah sendiri, terutama menjadikan sang anak sebagai budak seks, maka hukuman akan ditambah sepertiga kali lipat.

"Hukuman maksimalnya bisa 20 tahun penjara," ucap Kasmawati kepada Transsulawesi.com, Rabu, 22 November 2017.

(Ikh)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan