NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Travel

Banggai, Destinasi Baru yang Super Instagrammable

Selasa, 09 /01/ 2018 21:55:13 9376 Pembaca  

Kota Luwuk malam hari, Julukan “Hongkongnya Indonesia
Kota Luwuk malam hari, Julukan “Hongkongnya Indonesia"

Sejak 15 tahun terakhir, bagian timur Indonesia menjadi primadona baru dunia pariwisata Indonesia. Selain destinasi yang terlebih dahulu popular seperti Toraja, Sumba, dan Pulau Komodo, wilayah timur juga menawarkan destinasi lainnya yang cukup menjadi pusat perhatian seperti Labuan Bajo, Wakatobi, Togean dan tentu saja Raja Ampat. Di ujung timur pulau Sulawesi terdapat satu destinasi baru yang tak kalah menarik: Banggai namanya. Beragam pilihan tempat yang semuanya menarik untuk dikunjungi layak masuk dalam bucket list 2018 kamu.

Menuju Banggai

Luwuk sebagai ibu kota kabupaten Banggai mempunyai bandar udara Syukuran Aminudin Amir yang berjarak 13 kilometer dari pusat kota dengan jarak tempuh 10-15 menit. Bandar udara dengan luas landasan pacu 2.200 m  × 44 m ini, terhubung secara langsung (direct flight) dengan 3 kota utama di Sulawesi yaitu Makassar, Manado dan Palu yang dilayani beberapa maskapai terkemuka di Indonesia. Selain itu, untuk penerbangan terusan (connecting flight) dari Jakarta – Luwuk dan Denpasar – Luwuk, bisa dilakukan dengan transit terlebih dahulu di Makassar, tapi bisa tiba di Luwuk pada hari yang sama. Moda transportasi darat bisa menjadi pilihan bagi pengunjung dari beberapa kota di sekitaran Luwuk seperti Palu, Makassar dan Poso, sedangkan transportasi laut bisa jadi alternatif bagi pengunjung dari kota Gorontalo dan Manado.

Hotel Santika / Google Img

Julukan “Hongkongnya Indonesia”  tidak terlalu berlebihan jika disematkan ke kota kecil ini, topografi kota yang dimulai dengan gunung hijau, lalu berlanjut dengan bukit yang dihiasi rumah-rumah, dan diakhiri dengan pantai dengan air sebening kristal dalam bayang biru tosca terang. Saat malam mulai turun  menyelimuti kota, atraksi berikutnya tersaji: Lampu-lampu dari deretan rumah di sepanjang bukit yang begitu memukau. Semua tersaji indah dari rooftop Hotel Santika Luwuk, tempat penulis menghabiskan malam di kota indah ini.

Pantai Kilo 5

Bangun lebih cepat menjadi keputusan yang tepat di Luwuk, kota ini tepat menghadap timur. Matahari terbit dengan sempurna dari balik laut tepat di depan Hotel Santika Luwuk, lukisan pagi yang sangat sayang untuk dilewatkan. Pantai Kilo 5 yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari hotel adalah sasaran yang tepat untuk memulai hari di Luwuk. Dengan jalan kaki, pantai ini bisa ditempuh dalam 5 menit, dan cukup 2 menit dengan kendaraan baik motor maupun mobil. Kilau jernih pantai ini selalu menggoda setiap pengunjungnya untuk menceburkan diri dan mandi di sana.

Jangan lupa bawa serta perlengkapan snorkeling atau diving anda, terumbu karangnya cukup indah untuk ukuran pantai yang tepat berada di jantung kota. Jika anda tidak membawa perlengkapan tersebut, terdapat beberapa tempat yang menyewakan, paling tidak goggle sederhana agar anda bisa menikmati terumbu karang beserta ikan-ikan yang bermain di sekitarnya. Jika beruntung, ikan endemik khas perairan Banggai, Banggai cardinalfish (Pterapogon kauderni) akan menjadi satu di antara ikan-ikan yang bermain-main di sana.

Puas berenang  dan menikmati pantai Kilo 5, Anda bisa mencoba kuliner khas Luwuk di sepanjang pantai: pisang goreng dan jagung manis rebus yang disantap bersama dabu-dabu, sebutan untuk sambal di Luwuk.  Ya, sambal pedas yang kadang-kadang dicampur terasi, dan bahkan ikan asap (dabu-dabu roa). Orang Luwuk suka memasangkan banyak ragam cemilan dengan sambal. Untuk lebih menghangatkan pagi, Sarabba bisa menjadi pilihan minuman, racikan minuman sejenis wedang terdiri dari susu, jahe, santan, gula merah, sereh dan sedikit lada. Pantai Kilo 5 akan penuh sesak saat akhir pekan, terutama hari Minggu pagi dan sore. Masyarakat kota akan memenuhi pantai ini sebagai salah satu tujuan rekreasi keluarga paling favorit. (Ali / adv).

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan