NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Duka dan Cobaan Bertambah Setelah Kematian Menantu Dianggap Tak Wajar

Senin, 26 /02/ 2018 18:24:46 3127 Pembaca  

Malik dan Saiyah adalah kedua mertua Almarhum Ansar
Malik dan Saiyah adalah kedua mertua Almarhum Ansar

Transsulawesi.com, Nonong -- Salmawati (22) tidak dapat menyembunyikan kesedihan sepeninggal suaminya, raut wajah penuh beban semakin tampak bertambah ketika kematian sang suami Arman dianggap tak wajar. Arman  meninggal dunia pada Sabtu, 10 Februari 2010 akibat terkena luka mirip tusukan parang dibagian kanan leher.

Ditemui transsulawesi.com dikediamannya Minggu (25/2) di Desa Nonong Kecamatan Batui Kabupaten Banggai, Salmawati dan kedua orang tuanya Malik dan Saiyah yang juga mertua Arman turut membeberkan kronologis kejadian tersebut.

Malik (63) mengatakan saat kejadian mereka semua sedang berada dikebun kelapa, dan saat itu Arman tengah mengumpulkan buah kelapa. “ Tapi tiba tiba dia (Arman) datang berlari kearah kami sambil memegang lehernya,” kata Malik. Sempat berpikir dikejar tawon, dan hendak ikut berlari tapi Arman lebih  cepat mencapai kami, kata dia. “Papa papa papa, saya ba luka,” tutur Malik menirukan. “Saya langsung jemput (menggapai) dan berusaha mencari tau apa yang terjadi dengan leher anak mantu saya, Masya Allah saya kaget ternyata ada darah”.

Sambil dibopong, Malik berusaha membaringkan Arman yang tubuhnya lebih besar itu kepangkuannya, ”Hanya doa yang terus saya baca, tapi saya tidak berani melepas tangan Arman dileher yang terus menutup luka, karena darah terus mengucur,” ujarnya. Dan bagi dia,  Arman merupakan sosok menantu yang bertanggung jawab dan rajin. “Sudah saya anggap seperti anak sendiri,” ujarnya. Demikian pula dengan Istrinya Saiyah.

Diungkapkan juga saat kejadian, Saiyah sebagaimana Ibu lainnya yang memiliki firasat, langsung menghantar Arman dengan kalimah ‘Laa ilaaha illallah itu dilakukan setelah melihat kondisi Arman yang tidak lagi bisa bertahan. “Sampe akhirnya tangan Arman terlepas dari luka, dan seketika darahnya tapancar (menyembur) keluar,” tutur Saiyah dengan mata berkaca-kaca. Sempat Malik menutup dengan jarinya karena memang luka sangat kecil, “ Tapi terlanjur darah yang keluar terlalu banyak” ungkapnya.

Menjawab tudingan kematian tak wajar atas menantunya, Saiyah menjawab itu tak benar, karena sepengetahuan dia luka yang didapatkannya adalah murni kecelakaan. Pasalnya jelas Saiya, sudah kebiasaan Arman ketika mengumpulkan buah kelapa dengan cara menusuk setiap buah dengan parang tajam dan kemudian melemparkannya kebelakang melewati pundak disisi leher. “Itu cara dia bakumpul kelapa dari pahompo (semak-semak)”. Dan saat kejadian tambah Saiyah tak ada siapa siapa, hanya ada tiga orang namun mereka ditempat yang berjauhan. “Rusman tukang panjat kelapa, ada juga Ansar yang menyemprot rumput dan juga keponakannya. Semua itu masih keluarga dekat”  jelas Saiyah.

Sedangkan Salmawati saat kejadian langsung histeris dan  berteriak-teriak minta tolong. Lalu dirinya berlari menelusuri jalan setepak mencari bantuan,” saya tidak tau lagi apa yang mesti diperbuat selain minta tolong dan mencari bantuan angkutan agar bisa bawa alamarhum (Arman) ke rumah sakit,” kata Salma. “Suara saya teriak teriak itu langsung bikin Rusman, Ansar dan ponakannya, juga orang lain datang berkumpul.” “Saya tidak sempat liat paitua menghembuskan nafas,” imbuh Salma sedih. “Saya tidak sangka kalau urusan ini jadi tambah rumit,” kata wanita muda ini.

Namun duka ditinggal suami dan menantu kesayangan tidak selesai disitu, cobaan keluarga Malik jadi bertambah saat salah seorang kerabat almarhum memaksa menyeberangkan jasad Arman ke kampung asal mereka di Desa Palam Kabupaten Banggai Kepulauan. “Kejadian sekitar jam 10 (Wita) tidak lama kemudian hanya dengan perahu jolor kami terpaksa berangkat membawa jasad Arman ke kampungnya,” urai Malik. Sebelumnya luka sempat dijahit petugas kesehatan yang damping pula aparat Polisi.

Lebih mengagetkan lagi, dari pihak keluarga almarhum ada yang menganggap kematian Arman tidaklah wajar, hingga kemudian salah satu dari mereka balik melaporkan persoalan ini ke kantor polisi.

Berdasarkan laporan tersebut akhirnya polisi melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi guna penyidikan lebih lanjut. (ab/syf)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan