NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Oknum Polisi di Parimo Diduga Aniaya Istri Siri hingga Tewas

Kamis, 01 /03/ 2018 22:40:36 5240 Pembaca  

Ilustrasi (internet/andhika)
Ilustrasi (internet/andhika)

Transsulawesi.com, Palu -- Seorang anggota polisi atas nama Irwan Lapalo, diduga kuat telah melakukan penganiayaan terhadap istri sirinya sendiri hingga berujung kematian. Korban yang bernama Haryati itu sempat menjalani rawat inap di RS Madani Kota Palu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Transsulawesi.com, Irwan yang merupakan anggota Kepolisian Resor Parigi Moutong (Parimo) diduga menganiaya bini sirinya itu saat berkunjung ke Desa Tada, Tinombo Selatan, Parimo, tempat pelaku bertugas.

Plt Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono menjelaskan tindakan Irwan terungkap setelah saudara korban yang berinisial AL mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulteng. AL menceritakan korban sempat memberitahukan kekerasan yang dialaminya sebelum tewas.

"(Tanggal) 3 Februari 2018, korban H pamitan kepada pelapor bahwa ia mau menemui suaminya di Desa Tada, Tinombo Selatan, Parimo. Kemudian pada Minggu, 4 Februari 2018, korban pulang dari rumah suaminya. Pelapor curiga karena, setelah pulang, korban tidak keluar kamarnya dua hari," terang Hery dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/3/2018).

Masih kata Hery, korban saat di RS sempat menceritakan kejadian yang menimpanya tersebut kepada AL, "Korban berkata telah dipukuli oleh suaminya, kemudian dicekik lehernya dan diinjak kemaluannya menggunakan kaki dan terlapor juga memasukkan tangannya ke dalam mulut korban," jelas Hery.

Diketauhi selain sempat menjalani rawat inap di RS Madani Mamboro Palu, korban selanjutnya dipindah ke RS Undata Baru. Hanya beberapa hari menjalani perwatan korban terpaksa keluar dari RS dengan alsan kekurangan biaya, dan kemudian dibawah kembali ke rumahnya.

"Korban dipulangkan ke rumah karena minimnya biaya. Kemudian korban meninggal di rumahnya, Desa Tambu, Balaesang, Donggala," kata Hery. Korban disebutkan mengembuskan napas terakhir pada Rabu 28 Februari 2018 sekitar pukul 18.00 wita.

Kini, selain terancam sanksi internal, Irwan Lapalo juga terancam sanksi pidana. Yang bersangkutan sendiri sudah diamankan Propam.

Kasus penganiayaan ini tengah diselidiki Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng."Kasus ditangani Subdit IV Ditreskrimum Polda Sulteng," ujar Hery.

 (syf)
 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan