NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Internasional

Emosi Kim Jong-Un Saat Menginjakkan Kaki di Korsel

Jum'at, 27 /04/ 2018 21:12:23 1904 Pembaca  

Foto: Jabat tangan Kim Jong-Un dan Moon Jae-In (Reuters)
Foto: Jabat tangan Kim Jong-Un dan Moon Jae-In (Reuters)

Korea -- Presiden Korea Selatan Moon Jae In dan Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un akhirnya bertemu di garis demarkasi militer yang berada di sisi selatan desa gencatan senjata Panmunjom. Kim Jong-Un mengaku "dibanjiri emosi" saat menginjakkan kaki ke wilayah Korsel untuk pertama kalinya.

Hal itu diungkapkan Kim kepada Moon sebelum memulai pembicaraan Peace House, tempat berlangsungnya pertemuan bersejarah mereka dalam lebih dari satu dekade. 

"Saya berjalan sekitar 200 meter, dibanjiri dengan emosi," ujar Kim kepada Moon seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/4/2018).

Kim mengatakan, berjalan melintasi perbatasan kedua Korea ternyata "begitu mudah" hingga membuatnya heran "mengapa butuh waktu lama untuk melakukannya setelah 11 tahun," ujarnya mengacu ke pertemuan puncak terakhir di Pyongyang, Korut pada tahun 2007.

Kim menjadi pemimpin Korut pertama yang menginjakkan kaki di wilayah Korsel sejak Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata pada 65 tahun silam. Kedatangan Kim disertai oleh saudara perempuannya sekaligus penasihat dekatnya, Kim Yo Jong dan kepala hubungan antar-Korea untuk Korut. Sedangkan Moon disertai oleh kepala intelijennya dan kepala stafnya.

Ini merupakan pertemuan level tertinggi sejauh ini dalam lingkaran diplomasi mengenai nuklir Korut, dan dimaksudkan untuk membuka jalan bagi pertemuan antara Kim dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sebelum pertemuan, Kantor berita resmi Korut, KCNA melaporkan bahwa Kim "akan membahas secara terbuka semua isu yang muncul dalam memperbaiki hubungan antar-Korea dan mencapai perdamaian, kemakmuran dan reunifikasi semenanjung Korea".

"Saya senang bertemu Anda," ujar Moon sembari tersenyum kepada Kim dalam pertemuan bersejarah tersebut. "Saya datang ke sini bertekad untuk mengirim sinyal awal di ambang sebuah sejarah baru," kata Kim kepada Moon, seraya menjanjikan "pemikiran yang terbuka, serius dan jujur".

Moon pun merespons dengan mengatakan bahwa dirinya berharap mereka akan mencapai "kesepakatan kuat sehingga kita bisa memberikan hadiah besar bagi seluruh rakyat Korea dan orang-orang yang menginginkan perdamaian".
 


Dalam dua pertemuan puncak sebelumnya pada tahun 2000 dan 2007, ayah Kim, Kim Jong II bertemu para pemimpin Korsel saat itu, namun hubungan kedua Korea kemudian memburuk setelah pemerintahan konservatif berkuasa di Seoul pada tahun 2008 dan Pyongyang memacu program senjata nuklir dan rudal balistiknya.

Kim pun mengatakan dirinya sadar akan skeptimisme atas pertemuan ini dan bertekad akan menghasilkan kesepakatan yang kuat.

"Bagaimanapun baiknya kesepakatan atau statemen yang kita hasilkan di sini, jika itu tidak dilaksanakan dengan semestinya, itu hanya akan menimbulkan kekecewaan," ujar Kim.

Sedangkan Moon menyampaikan pujian atas keputusan Kim untuk melawat ke Korsel dan berharap mereka akan mencapai "kesepakatan kuat sehingga kita bisa memberikan hadiah besar bagi seluruh rakyat Korea dan orang-orang yang menginginkan perdamaian".

"Saya pikir kita berdua merasakan beban berat di pundak kita," ujar Moon kepada Kim. "Ketika Anda melintasi perbatasan militer untuk pertama kalinya, Panmunjom menjadi simbol perdamaian, bukan simbol pemisahan," imbuh Moon. 
(nvl/imk/dtc)

 

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan