NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Ekonomi

Ini Beberapa Penyebab Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram

Kamis, 24 /05/ 2018 18:47:46 5577 Pembaca  

Konsumsi elpiji bersubsidi 3 kilogram dinilai tidak tepat sasaran. Sebab, selama ini, elpiji tabung melon tersebut bisa dikonsumsi siapa saja. (Foto:Detik)
Konsumsi elpiji bersubsidi 3 kilogram dinilai tidak tepat sasaran. Sebab, selama ini, elpiji tabung melon tersebut bisa dikonsumsi siapa saja. (Foto:Detik)

Transsulawesi.com, Jakarta – Kelangkaan elpiji subsidi 3 Kilogram (Kg) yang sering dialami masyarakat bukanlah hal yang baru. Pada bulan puasa Ramadan misalnya, kelangkaan elpiji 3 kg kembali terjadi di Kabupaten Banggai. Ada beberapa penyebab kelangkaan tersebut yang berhasil dirangkum.

Konsumsi elpiji bersubsidi 3 kilogram dinilai tidak tepat sasaran. Sebab, selama ini, elpiji tabung melon tersebut bisa dikonsumsi siapa saja.

Padahal, sesuai ketentuan elpiji 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat dengan penghasilan Rp350 ribu per bulan dan usaha mikro dengan aset di bawah Rp100 juta. Namun di lapangann elpiji 3 kilogram juga dikonsumsi untuk kegiatan pertanian, peternakan bahkan jasa laundry pakaian.

Banyaknya keluarga mampu yang juga membeli gas melon, mereka lari membeli elpiji yang paling murah. Maka elpiji melon ini dipakai rebutan sehingga langka.

Kemudian, banyaknya jatah subsidi gas elpiji yang keluar daerah. Misalnya baru-baru ini pihak kepolisian Polres Banggai berhasil menangkap ratusan elpiji 3 kg yang akan di distribusi keluar daerah.

Dibawah tangan dingin AKBP Mohamad Saleh, tanpa pandang bulu berhasil mentertibkan beberapa oknum yang hendak mendistribusikan elpiji 3 kg keluar daerah.

Masalah kelangkaan elpiji 3 kg bukan persoalan khusus Banggai saja, namun di seluruh daerah Indonesia juga seperti itu.

Sehingga terkait antisipasi jangka panjang, banyak pihak yang mengusulkan agar distribusi gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram dilakukan secara tertutup. Melalui cara itu, pemerintah bisa menjamin agar penyaluran, tepat sasaran sekaligus mengantisipasi kelangkaan elpiji di masyarakat.

Sebaliknya, jika distribusi tetap dilakukan cara terbuka seperti sekarang, dampaknya semua lapisan masyarakat bisa membeli secara bebas. Termasuk keluarga yang mampu, tentu saja.

(Mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan