NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Aksi Korporasi

DSLNG Kembali Bentuk Kelompok Nelayan Di Desa Nonong

Rabu, 30 /05/ 2018 22:15:45 10383 Pembaca  

Corporate Communication Manager DSLNG, Thamrin Hanafi bersama kelompok nelayan Kecamatan Batui. (Foto: Transsulawesi.com/Muhajir)
Corporate Communication Manager DSLNG, Thamrin Hanafi bersama kelompok nelayan Kecamatan Batui. (Foto: Transsulawesi.com/Muhajir)

Transsulawesi.com, Batui -- PT. Donggi Senoro Lng (DSLNG) kembali melebarkan sayapnya untuk memberikan pelatihan manajemen dalam usaha dan penguasaan tekhnis alat tangkap ikan terhadap nelayan.

Setelah membentuk beberapa kelompok nelayan, DSLNG kembali mendampingi kelompok nelayan ‘Usaha Maju’ di Desa Nonong, Kecamatan Batui. Kelompok ini terdiri 20 orang anggota barunya yang memang berprofesi sebagai nelayan.

“kalau yang kita damping hanya satu kelompok Nelayan Usaha Maju dengan jumlah anggota 20 orang”. Ujar Ibu Rossi salah seorang pendamping CSR DSLNG.

Jauh sebelumnya, bertempat di “Fishery Training Center” DSLNG, acara sarasehan yang bertema “Manajemen Usaha Dan Tekhnis Alat Tangkap Ikan” di ikuti oleh sebanyak tujuh kelompok nelayan di kecamatan batui. Acara tersebut merupakan upaya pendampingan terhadap nelayan guna memetakan terhadap kendala kendala nelayan diwilayah kecamatan batui. 

Pada program tersebut, pengembangan nelayan berupa training praktek lapangan dan teori. Yakni meliputi cara bertahan dan menyelamatkan diri saat berada di laut dan mengenai navigasi saat malam hari. Nelayan juga diberikan bantuan peralatan (tool) sebagai alat penunjang mereka melaut.

Corporate Communication Manager DSLNG, Thamrin Hanafi mengatakan bahwa perhatian terhadap nelayan merupakan program perusahaan pada upaya pengembangan masyarakat.

“Program di donggi senoro itu tidak di titik beratkan pada pemberdayaan, tapi pengembangan masyarakat”.

Pada kesempatan yang sama, CSR DSLNG, Rohani Simbolon mengatakan bahwa kelompok nelayan akan dikembangkan dibeberapa kecamatan yakni Kintom dan Nambo.

“untuk kecamatan batui ada 7 kelompok, satu kelompok terdiri dari 5 orang nelayan, totalnya 35 orang”.

“kita (dslng) mengembangkan juga kelompok kelompok nelayan di Kecamatan Nambo dan Kintom”. Tambahnya.

Program pengembangan terhadap nelayan merupakan sebuah perhatian perusahaan terhadap kehidupan ekonomi nelayan bagaimana kendala kendala yang dihadapi. Sehingga dengan adanya program tersebut, diharapkan nelayan bisa lebih meningkatkan hasil tangkapannya. Namun tentunya, dengan pemantauan, pelaporan, dan evaluasi program yang diberikan.

(mhr)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan