NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

News Maker

DSLNG Dorong Batik Nambo Untuk Perekonomian Lokal

Rabu, 18 /07/ 2018 11:12:49 299 Pembaca  

Beberapa upaya untuk mendorong tenun nambo telah dilakukan DSLNG. Salah satunya dengan melakukan promosi ke berbagai kalangan. Pada acara “Banggai Fashion Show 2017” di Graha Dongkalan, Kota Luwuk, setahun silam. (Foto: TRANSSULAWESI/Muhajir)
Beberapa upaya untuk mendorong tenun nambo telah dilakukan DSLNG. Salah satunya dengan melakukan promosi ke berbagai kalangan. Pada acara “Banggai Fashion Show 2017” di Graha Dongkalan, Kota Luwuk, setahun silam. (Foto: TRANSSULAWESI/Muhajir)

Transsulawesi.com, Banggai – Batik tenun Nambo yang kini telah mendunia merupakan usaha ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh masyarakat Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Sejak tahun 2012, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) telah memberikan perhatian terhadap Batik Nambo. DSLNG aktif mempromosikan tenunan khas Banggai ini di pasar nasional. Pada berbagai kesempatan pameran di sejumlah kota besar yang diikuti DSLNG misalnya, tenun Nambo kerap ditampilkan sebagai produk seragam yang digunakan.

DSLNG terus mengupayakan untuk mendorong batik nambo karena melihat begitu besarnya peluang ekonomi kain tenun Nambo yang mempunyai nilai jual dipangsa pasar.

Beberapa upaya untuk mendorong tenun nambo telah dilakukan DSLNG. Salah satunya dengan melakukan promosi ke berbagai kalangan. Pada acara “Banggai Fashion Show 2017” di Graha Dongkalan, Kota Luwuk, setahun silam.

DSLNG menggelar acara tersebut  untuk mempromosikan tenun nambo sebagai produk kebanggaan daerah berbasis kearifan lokal. Sebelumnya, tenun Nambo hanya dikenal oleh beberapa kalangan terbatas, sehingga perlu adanya peningkatan promosi.

Top model Indonesia Iskandar Miyamoto Haznam turut dihadirkan DSLNG pada acara Banggai Fashion Show. Iskandar yang merupakan top model di era 90-an ini mengatakan bahwa produk lokal kain tenun nambo sangat bagus baik. Karena pemilihan bahan kain, dan pemilihan warna sangat tepat. Sehingga menurutnya, produk tenun Nambo harus dipromosikan ke pasar luar.

Batik Nambo menjadi pekerjaan rumah bersama untuk dipromosikan ke pasar luar. Sebagai salah satu penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi lokal  Kabupaten Banggai. Namun, dengan promosi saja tentunya tidak cukup, melihat hal tersebut, DSLNG juga melakukan pelatihan untuk pelaku usaha batik nambo sebagi wujud pengembangan kapasitas pelaku usaha.

Berangkat dari itu, DSLNG bekerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kabupaten Banggai dan DEKRANASDA melakukan kegiatan pelatihan tenaga pembatik. DSLNG menggelar acara pelatihan dengan tema “Melalui Pelatihan Batik Tulis Kita Tingkatkan Kualitas (IKM) Dalam Menciptakan Sentra Produktif Ekonomi Produktif Berbasis Kerakyatan Tahun 2017 Di Kabupaten Banggai” di Hotel Permai, Sabtu, (21/10/2017) setahun silam.

Ketua DEKRANASDA Banggai Suraida Murad mengatakan bahwa saat ini pemerintah daerah Kabupaten Banggai sedang gencar mempromosikan potensi wisata daerah dan produk lokal batik nambo. Namun ia mengakui bahwa untuk saat ini tenaga pembatik masih kurang, sehingga DEKRANASDA bersama pihak DSLNG melakukan pelatihan.

“pengembangan batik nambo selama ini masih terkendala oleh kurangnya tenaga kerja terlatih, sehingga perlu untuk melakukan pelatihan dan pembinaan ”. Ujar Suraida.

Corporate Communication Manager DSLNG, Thamrin Hanafi saat itu mengatakan program pelatihan ini merupakan komitmen perusahaan untuk memajukan pertumbuhan daerah. Thamtin mengatakan bahwa masih banyak potensi daerah yang perlu di angkat untuk mendorong perekonomian lokal.

“komitmen DSLNG adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, tidak hanya mengukur namun mendukung majunya pertumbuhan ekonomi lokal”. Ujar Thamrin.

Kini Batik tenun Nambo khas Kabupaten Banggai menjadi kebanggaan produk lokal daerah Kabupaten Banggai setelah sukses menembus pasar luar negeri dalam acara New York Fashion Week, Amerika Serikat.  

Prospek Batik Nambo kini lebih cerah, selain banyak kalangan yang meminati batik lokal Kabupaten Banggai ini, sekitar 8 ribu Aparatus Sipil Negara (ASN) Kabupaten Banggai telah menggunakan Batik Nambo sebagai pakaian resmi pada hari-hari tertentu.

Untuk kalangan ASN misalnya, Batik Nambo dijual dengan harga 300 ribu. Pendapatan para pengusaha tenun terbilang cukup fantastis, karena sekitar Rp2,4 miliar total belanja untuk Batik Nambo dikalangan ASN Kabupaten Banggai didapatkan para pelaku usaha batik. (mhr)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan